Program MBG di Luwu Berjalan Positif, 50 Sekolah Terlayani dari 10 Dapur Operasional
Program MBG di
Rabu 17 Desember 2025 | 10:23 WITA
Oleh: Marwan Simalla, Belopa
LUWU, hnmindonesia.com, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Luwu terus berjalan dan menunjukkan dampak positif. Hingga saat ini, berdasarkan 10 dapur MBG yang telah beroperasi, sebanyak 50 sekolah telah menerima layanan MBG secara rutin setiap hari.
Secara umum, program MBG diterima dengan baik oleh para siswa. Kehadiran MBG dinilai mampu menekan angka ketidakhadiran, meningkatkan semangat siswa untuk datang ke sekolah, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Andi Pallanggi, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tetap harus memperhatikan proses belajar mengajar di sekolah.
“Program MBG ini sangat membantu dan mendapat respons positif dari siswa. Namun kami mengingatkan agar waktu pendistribusian tidak dilakukan terlalu pagi, supaya tidak mengganggu konsentrasi siswa saat belajar di kelas,” ujar Andi Pallanggi.
Selain itu, pengelolaan sampah sisa makanan MBG juga menjadi perhatian serius. Limbah makanan dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan, bahkan diarahkan untuk diolah menjadi pupuk organik, sebagai bagian dari edukasi lingkungan di sekolah.
“Kami mendorong agar limbah makanan MBG dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya dengan pengolahan menjadi pupuk organik. Ini penting untuk menjaga kebersihan sekolah sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa,” tambahnya.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu akan menggelar rapat koordinasi untuk memastikan agar bahan baku dan tenaga kerja MBG berasal dari masyarakat lokal, serta mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal guna mendorong perputaran ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Luwu, Patahudding menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu mendukung penuh Program MBG sebagai bagian dari program prioritas Presiden RI. Pemda berkomitmen agar program ini benar-benar berjalan optimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami pasti ingin agar program Bapak Presiden ini berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Patahudding.
Bupati juga menekankan agar pelaksanaan MBG memaksimalkan potensi daerah dan tidak melibatkan tenaga kerja dari luar, melainkan memberdayakan masyarakat dan pengusaha lokal.
“Kita ingin potensi yang ada di Luwu dimanfaatkan. Tenaga kerja dan pengusahanya dari lokal, jangan dari luar daerah, supaya dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat kendala dalam pelaksanaan, khususnya terkait koordinasi dengan pengurus Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai belum optimal.
“Koordinasi dengan pengurus BGN masih cukup sulit. Ini menyulitkan pemerintah daerah dalam menyamakan langkah. Sementara kalau ada masalah di lapangan, pemerintah daerah yang sering kali terkena imbasnya,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati juga menyebutkan bahwa masih ada sejumlah titik di Kabupaten Luwu yang belum terbangun dan belum terjangkau program MBG. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan pemetaan dan percepatan pembangunan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara merata.
“Memang masih ada beberapa titik yang belum terbangun. Ini akan menjadi fokus kami ke depan agar seluruh wilayah bisa terlayani,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan