HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Janji Beasiswa Tak Kunjung Ditepati, Pemuda Sinjai Kritik Anggota DPRD PKB

 

Senin, 08 Desember 2025 | 15:40 WITA

Oleh: Adi Barapi

 

 

SINJAI, hnmindonesia.com — Aspirasi terkait beasiswa pendidikan di Kabupaten Sinjai kembali menjadi sorotan setelah janji anggota DPRD Komisi I dari Fraksi PKB berinisial MR belum juga terealisasi, meski telah disampaikan secara terbuka dalam forum audiensi resmi pada 24 November 2025.

 

Dalam kesempatan tersebut, MR menyampaikan bahwa dirinya dapat membantu menjaminkan beasiswa pendidikan melalui skema aspirasi PKB. Ia bahkan menganjurkan agar pemuda Sinjai langsung mengurus berkas beasiswa karena menurutnya prosesnya mudah dan sudah banyak mahasiswa yang ia bantu lolos.

 

Namun hingga berita ini diterbitkan, perkembangan mengenai janji tersebut tidak kunjung jelas. Pemuda Sinjai yang mencoba menindaklanjuti aspirasi justru mengaku kesulitan menghubungi MR karena tidak merespons pesan maupun panggilan yang dilayangkan.

 

Aspirasi beasiswa yang disampaikan melalui forum resmi DPRD dipandang penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sinjai. Karena itu, ketiadaan tindak lanjut dari MR memunculkan kekecewaan dari para pemuda yang hadir dalam audiensi tersebut.

 

Syahrul Gunawan, perwakilan pemuda Sinjai dan mahasiswa doktoral Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mengungkapkan kekecewaannya.

 

“Setelah audiensi 24 November, kami mencoba menghubungi MR untuk menindaklanjuti janji beasiswa. Tapi sampai hari ini tidak ada respons. Padahal beliau sendiri mengatakan proses beasiswa aspirasi PKB mudah. Yang membuat rumit justru sikapnya yang enggan merespons,” ujarnya.

 

“Inkonsistensi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen dan profesionalisme anggota DPRD. Aspirasi resmi seharusnya ditindaklanjuti, bukan dijadikan formalitas belaka.”

 

Kekecewaan juga disampaikan Asriawan, mahasiswa pascasarjana UIN Alauddin Makassar asal Sinjai yang turut hadir dalam penyampaian aspirasi.

 

“Kami sudah hadir menyampaikan aspirasi secara resmi, namun hingga kini tidak ada kelanjutan. Sikap ini mengecewakan dan menunjukkan kurangnya profesionalisme.”

 

Pemuda Sinjai menilai MR terkesan menjadikan forum resmi DPRD sebagai formalitas untuk menggugurkan kewajibannya sebagai wakil rakyat. Sikap yang sulit dihubungi ini juga dinilai mencederai akuntabilitas dan menurunkan kepercayaan publik terhadap mekanisme aspirasi DPRD Sinjai.

 

Syahrul menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan aspirasi tersebut dan meminta pertanggungjawaban MR demi memastikan hak masyarakat terhadap akses pendidikan tetap menjadi prioritas.

 

Hingga berita ini dimuat, MR belum memberikan tanggapan resmi. Pemuda Sinjai berharap mekanisme aspirasi DPRD berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini