Perpustakaan Laika Mobasa Sorowako Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa Luwu Timur 2025
Rabu 19 November 2025 | 10:23 WITA
Oleh: Indra Gunawan | Adi Barapi
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) resmi mengumumkan hasil Lomba Perpustakaan Desa Tahun 2025, Rabu (19/11/2025). Pengumuman tersebut disampaikan setelah rangkaian proses penilaian intensif yang berlangsung sejak 11 hingga 18 November 2025.
Penilaian lomba mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari kelembagaan perpustakaan, kondisi gedung dan ruang baca, ketersediaan perabot dan perlengkapan, kualitas tenaga pengelola, koleksi buku, layanan perpustakaan, anggaran, kerja sama dan dukungan pemerintah desa, hingga promosi berbasis kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.
Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan peninjauan lapangan, berikut perpustakaan desa yang meraih prestasi terbaik tahun ini:
1. Juara 1: Perpustakaan Laika Mobasa, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha
2. Juara 2: Perpustakaan Lentera Ilmu, Desa Manurung, Kecamatan Malili
3. Juara 3: Perpustakaan Sumber Ilmu, Desa Margomulyo, Kecamatan Tomoni Timur
4. Harapan 1: Perpustakaan Pelita Ilmu, Desa Lumbewe, Kecamatan Burau
5. Harapan 2: Perpustakaan Cahaya Ilmu, Desa Manta Dulu, Kecamatan Angkona
6. Harapan 3: Perpustakaan Permata Ilmu, Desa Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana
Kepala DPK Luwu Timur, Muhammad Syukri, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menampilkan komitmen kuat dalam memajukan layanan perpustakaan desa. Menurutnya, kualitas perpustakaan desa di Luwu Timur menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
> “Lomba perpustakaan desa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk berbagi inspirasi dan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap seluruh desa terus meningkatkan layanan dan menghadirkan program-program literasi yang berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Relince Miri, berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi desa-desa untuk terus berinovasi dalam penyediaan layanan literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menegaskan pentingnya perpustakaan desa sebagai struktur fundamental dalam meningkatkan minat baca dan kualitas sumber daya manusia.
> “Perpustakaan desa memiliki peran strategis, terlebih di era digital. Kami melihat banyak inovasi dari para peserta yang layak dikembangkan lebih jauh,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap hasil lomba ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk menghadirkan perpustakaan yang hidup, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sejalan dengan visi daerah dalam meningkatkan literasi dan kualitas SDM menuju Luwu Timur yang maju dan berdaya saing.


Tinggalkan Balasan