HNM INDONESIA

Berita Dalam Genggaman

Pemkab Luwu Timur dan Kodim 1403 Percepat Progres Cetak Sawah di Towuti

 

Selasa 18 November 2025 | 10:23 WITA

Oleh: Indra Gunawan | Editor: Adi Barapi

 

LUWU TIMUR, hnmindonesia.com, – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Kodim 1403/Palopo melakukan peninjauan lapangan terhadap progres pengerjaan cetak sawah di Kecamatan Towuti yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.

 

Peninjauan dilakukan di tiga desa—Mahalona, Kalosi, dan Matompi—dengan melibatkan kontraktor, pengawas, Babinsa, serta penyuluh pertanian. Langkah ini menjadi upaya strategis dalam memperluas areal produksi pangan di wilayah tersebut.

 

Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, I Ketut Pasek, menjelaskan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan.

 

“Alhamdulillah, sebagian lahan sudah memasuki tahap land leveling dan pembuatan pematang. Kami berharap pekerjaan dapat segera rampung agar masyarakat bisa segera memulai aktivitas pertanian,” ujarnya.

 

Dari pihak TNI, Pabung Luwu Timur Kodim 1403 Palopo, Mayor Arm Syafaruddin, menegaskan bahwa progres di lapangan terus menunjukkan perkembangan.

 

“Kami berharap seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sebelum Desember. Mengingat kondisi lahan cukup berat, kami mendorong adanya penambahan alat berat agar pekerjaan lebih maksimal,” jelasnya.

 

Kontraktor pelaksana, Bahrianto Bahtiar, menyebutkan bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan pendataan lapangan dan menghadapi beberapa kendala teknis terkait kontrak.

 

“Kami juga berharap petani ikut aktif berpartisipasi, karena merekalah yang akan menjadi penerima manfaat utama dari cetak sawah ini,” tuturnya.

 

Progres Cetak Sawah Luwu Timur

 

Total luas lahan: 518,49 Ha

 

Progres hingga 15 November: 41,62%

 

Rincian:

 

Land clearing: 144,66 Ha

 

Vegetasi sedang: 6.198 batang

 

Land leveling: 101 Ha

 

Pematang: 79,86 Ha

 

Pengolahan lahan: 54,55 Ha

 

Proyek ini berlangsung sejak 17 Oktober hingga 15 November 2025 menggunakan 22 unit alat berat, di mana 90% merupakan milik kontraktor lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini