Dari Dapur Keluarga Menuju Generasi Sehat: dr. Ani Nurbani Dorong Pencegahan Stunting di Lutim
Jumat, 15 November 2025 | 10.15 WITA
Oleh: Indra Gunawan, Malili
LUWU TIMUR, hnmindonesia.com – Di bawah tenda sederhana yang dipenuhi aroma masakan berbahan pangan lokal, dr. Ani Nurbani berdiri di tengah ibu-ibu kader PKK dan masyarakat Kecamatan Tomoni, Jumat (15/11/2025). Dengan celemek sederhana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur itu menyampaikan pesan penting: pencegahan stunting dimulai dari dapur keluarga.
Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dirangkaikan dengan Edukasi dan Demo Masak B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), dr. Ani Nurbani ingin memastikan bahwa isu stunting tidak hanya berhenti pada data dan angka, tetapi benar-benar dipahami sebagai persoalan pola asuh dan pola makan sehari-hari.
“Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak. Ini menyangkut masa depan generasi kita,” ucap dr. Ani Nurbani di hadapan peserta.
Ia menegaskan, keluarga memiliki peran paling krusial dalam mencegah stunting, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Kalau gizi ibu hamil terjaga dan anak mendapatkan asupan yang cukup serta seimbang sejak dini, maka risiko stunting bisa ditekan. Semua itu bisa dimulai dari rumah,” ujarnya.
Di sela-sela demo masak, berbagai bahan pangan lokal seperti ikan air tawar, sayuran hijau, dan umbi-umbian diolah menjadi menu sehat bernilai gizi tinggi. Bagi dr. Ani Nurbani, inilah cara paling efektif menyampaikan pesan pencegahan stunting: sederhana, dekat dengan keseharian, dan mudah diterapkan.
“Pangan sehat itu tidak harus mahal. Bahan-bahan lokal di sekitar kita justru kaya gizi. Tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan tepat,” tambahnya.
Gerakan pangan murah yang digelar bersamaan pun menjadi solusi konkret bagi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Warga dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendapatkan pengetahuan tentang pemenuhan gizi keluarga.
Sebagai Ketua TP PKK, dr. Ani Nurbani menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program pencegahan stunting secara berkelanjutan, melalui peran aktif kader PKK hingga ke tingkat desa.
“PKK akan terus berada di garis depan. Karena mencegah stunting berarti menjaga masa depan Luwu Timur,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi potret nyata bahwa upaya pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi kerja bersama yang berawal dari kesadaran keluarga.


Tinggalkan Balasan