Sabtu, 11 Januari 2025
Editor : Putri Novasari
Lutim,hnmindonesia.com-- Wakil Bupati Luwu Timur, Mochammad Akbar Andi Leluasa menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan.
Acara tersebut dipimpin Pj. Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Jumat (10/01/2025).
Rapat koordinasi dengan tema “Sinergi Akselerasi Pembangunan Sulawesi Selatan Tahun 2025” ini, bertujuan untuk meningkatkan harmonisasi dan sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antar pemangku kepentingan demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan di daerah.
Di hadapan para Bupati dan Wali Kota se Sulsel, Pj. Gubernur Prof. Fadjry Djufry berjanji akan menuntaskan masalah Dana Bagi Hasil (DBH) yang menjadi hak kabupaten kota. Meskipun pembayaran tidak dilakukan sekaligus karena melihat kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, namun hal tersebut akan diselesaikan.
“Kepada Bupati dan Wali Kota, saya meminta untuk bersabar dalam satu dua Minggu ke depan, kita coba bagi sesuai proporsinya. Mungkin tidak bisa langsung sekaligus, tapi paling tidak ada itikad dari pemerintah provinsi untuk menyelesaikan,” kata Prof. Fadjry Djufry.
“Ini adalah masalah antara hak dan kewajiban, ini hak yang harus kita tuntaskan dan seperti perkataan saya tadi bahwa pemerintah provinsi sudah menyelesaikan secara bertahap. Ada yang dikasih sebulan dan dua bulan. Kami sudah bedah anggaran yang ada, kalau semuanya langsung pasti agak kesulitan juga,” sambungnya.
Ia pun mengapresiasi Bupati dan Wali Kota yang hadir secara langsung pada rapat koordinasi tersebut. Tentunya, kehadiran kepala daerah memiliki harapan-harapan, termasuk soal penyelesaian masalah Dana Bagi Hasil.
“Saya sudah membicarakan ini dengan Pak Sekda dan Kepala Badan Keuangan untuk melihat seperti apa kapasitas fiskal yang kita miliki. Jadi memang kita sudah bedah, dan kita coba akomodir. Ini akan menjadi atensi saya,” tambah Prof Fadjry Djufry.
(Sumber : kominfo-sp)